KEINGINAN SEORANG ANAK

  • 0

KEINGINAN SEORANG ANAK

Category : Karya Tulis Siswa

Karya:  Mifa Amira Dewi

 

Alkisah, hiduplah sebuah keluarga sederhana yang tinggal di desa terpencil. Namun, keluarga tersebut tak lengkap lagi, kerena tak ada tulang punggung keluarga yang akan mencukupi kebutuhan mereka, yaitu seorang ayah. Saat ayah meninggal, ayah berpesan kepada anaknya yang bernama Hafizah untuk menjalankan sholat 5 waktu dan menghafal Al-Qur’an sebanyak 30 juz. Hafizah pun mengikuti pesan ayah. Hari demi hari, Hafizah dapat menghafalkan Al-Qur’an sebanyak 1 juz dengan bantuan ibunya yang bernama Aidah. Bu Aidah sangat bersabar saat mengajarkan Al-Qur’an kepada Hafizah, karena usia Hafizah masih beranjak 7 tahun. Sebelumnya, Hafizah tidak tau cara membaca Al-Qur’an.

Di pagi hari yang cerah, tiba-tiba bu Aidah mendatangi Hafizah.

” Hafizah, ibu punya hadiah untukmu.”

Hafizah menjawab “Hadiah!!!, apa itu bu?”

Ibu pun menjawab pertanyaan Hafizah, ”Besok kamu bisa pergi ke sekolah, Nak”.

Saat ibu menjawab, Hafizah terdiam dan menundukkan kepala.

Ibu pun bingung dan bertanya, “Ada apa nak? Kenapa wajahmu terlihat sedih? Apakah kamu tidak suka kalau besok kamu sekolah?”.

Tiba-tiba Hafizah mengangkat kepalanya, ”Ibu bercanda? Hafizah senang sekali bu, karena besok Hafizah bisa bertemu dengan teman baru.”.

“Alhamdulillah, ibu senang kalau melihat Hafizah senang.” Jawab ibu dengan senyuman yang manis.

Selesai berbicara, bu Aidah mengajak Hafizah kesebuah toko alat tulis untuk membeli alat tulis yang akan dipakai Hafizah saat disekolah. Saat tiba di toko, mata Hafizah langsung tertuju pada deary berwarna biru.

”Ibu……aku mau diary yang berwarna biru itu.”, seru Hafizah kepada ibunya.

“Iya nak, nanti ibu belikan.” jawab ibu. Setelah perlengkapan alat tulis sudah lengkap, ibu langsung membayarnya.

Sesampai dirumah, Hafizah langsung membuka diarynya dan menulis sesuatu.

 

Assalamu’alaikum

Hai deary, namaku Hafizah. Aku mau cerita nih. Hari ini aku senang sekali, karena besok aku mulai sekolah SD. Semoga, besok aku mendapatkan seorang sahabat yang baik, AMIN AMIN YARABBAL’ALAMIN.

Sampai disini dulu ya

Assalamu’alaikum

 

“Selesai juga nulisnya”, kata Hafizah didalam hati.

Setelah selesai menulis, Hafizah sholat dhuhur lalu tidur hingga jam 4 sore. Saat bangun, Hafizah langsung mandi dan sholat ashar. Malam hari telah tiba, Ibu Aidah menyuruh Hafizah untuk menyiapkan peralatan sekolah sendiri setelah sholat isya’. Selesai menyiapkan peralatan sekolah, Hafizah langsung tidur.

Keesokan harinya, Hafizah pergi ke sekolah diantar  ibunya. Setibanya disana, ia melihat banyak anak kecil yang seumuran dengannya. Kemudian, bu Aidah menyuruh Hafizah berkenalan dengan salah satu dari mereka.

“Baik bu….”, jawab Hafizah dengan gembira.

”Assalamu’alaikum, namanya siapa?”, tanya Hafizah kepada anak perempuan. “Wa’alaikumsalam, namaku Annisa, salam kenal ”, jawab anak perempuan tersebut. “Nama kamu siapa?”, Tanya balik Annisa ke Hafizah.

“Namaku Hafizah, salam kenal juga”.

Selesai berkenalan, Hafizah kembali ke ibunya dan menceritakan semua saat ia berkenalan tadi. Tiba-tiba suara bel terdengar “Kriiiing”, Kemudian Hafizah dan ibunya menuju ruang kelas. Saat tiba di depan kelas, yang boleh masuk hanya murid dan guru saja. Hafizah pun masuk ke kelas dan ibunya menunggu di luar kelas. Saat guru tiba di kelas, semua murid takjub dengan wajah guru tersebut, karena wajah cantik sekali.

“Assalamu’alaikum anak-anak.”, salam guru tersebut kepada murid-murid.

“Wa’alaikum salam.”,  jawab semua murid.

“Hari ini kita perkenalan diri saja, baiklah, ustadzah dulu yang mulai, nama ustadzah adalah Aisyah. Kalian bisa memanggil saya dengan nama ustadzah Aisyah. Sekarang siapa yang mau memperkenalkan diri di depan?.”

Saat ustadzah Aisyah bertanya, semua murid terlihat tidak ingin memperkenalkan diri. Saat semua tidak ingin maju ke depan, Hafizah memberanikan diri untuk memperkenalkan namanya di depan.

“Saya ustadzah” jawab Hafizah dengan lantang.

”Bagus sekali ada yang mau maju akhirnya, silahkan ke depan.” Hafizah pun ke depan. Melihat ada anak yang mau maju kedepan, semuanya murid akhirnya tidak malu lagi untuk memperkenalkan diri. Selesai perkenalan diri,

“Masih jam 10, tetapi selesainya jam 11. Aku gunakan untuk bercerita saja lah.” Kata ustadzah sambil melihat ke arah jam dinding.

“Anak-anak, untadzah punya cerita”, semua murid terdiam dan mendengarkan cerita yang disampaikan oleh ustadzah.

“Cerita tersebut bercerita tentang anak yang ingin memberangkatkan kedua orang tuanya naik haji, kemudian bla…bla…bla…”, ustadzah bercerita sampai ia menangis.

“Kriiing…”, suara bel sekolah terdengar. Waktunya semua murid untuk pulang kerumah masing-masing. Saat Hafizah keluar kelas dengan mata yang berkaca-kaca, sang ibu pun bertanya kepada Hafizah

“Kenapa kamu bersedih nak?”

Kemudian Hafizah menjawab “Tidak apa-apa bu”. Kemudian mereka pulang kerumah.

Saat sampai di rumah, Hafizah mengganti baju dan mencuci kakinya. Setelah mencuci kaki, Hafizah mengambil diary dan langsung menulis sesuatu .

 

Untuk : Ibu

Ibu, saat aku bersekolah tadi, aku mendapatkan banyak  cerita. Jadi aku ingin menjadi anak yang ada di cerita itu bu, karena anak itu berhasil membuat orang  tuanya bangga dengan cara, memberangkatkan orang tuanya naik haji.

Assalamu’alaikum

 

 

Selesai menulis Hafizah langsung tidur siang. Ibu pun melihat saat Hafizah menulis di diary. Ibu penasaran apa yang di tulis Hafizah. Akhirnya ibu membaca semuanya dan menangis dengan sedikit di tahan agar anaknya yang tertidur tidak mengetahuinya.

Di pagi hari, Hafizah berangkat sekolah. Saat tiba di sekolah, ada pengumuman penting. “Pengumumannya tentang apa?” tanya Hafizah,

”Tentang lomba hafalan Al-Qur’an yang diadakan besok pagi, juara 1 dan 2 hadiahnya 2 paket umroh loh !!! Juara 3 uang tunai sebesar 1 juta, kalau kamu berminat, daftar aja ke ustadzah Aisyah.” kata Annisa.

Mengetahui pengumuman itu, Hafizah langsung pergi ke kantor ustadzah Aisyah untuk mendaftarkan diri. Selesai mendaftar, Hafizah segera pergi ke kelas untuk memulai pelajaran. Tiba dirumah, Hafizah menulis diarynya lagi.

 

Bismilah

Ya allah, aku ingin memenangkan lomba besok. Aku ingin umroh  bersama  ibu.

 

Keesokan harinya, Hafizah lomba. Saat ia mengambil undian ayat, ia mendapatkat surah Al-Baqarah ayat 1-10. Ia pun membaca dengan tenang sehingga ia mengeluarkan suara yang merdu. Setelah lomba selesai, saat yang dinantika telah datang, yaitu pemenang lomba hafalan Al-Qur’an.

Juri mengumumkan , “Juara 3 adalah Annisa Dwi Rahmawati, juara 2 adalah Hafizah Nur Aidah, juara 1 adalah Muhammad Akbar Alfatih, kepada pemenang dipersilahkan.” Hafizah dan 2 orang temannya naik ke panggung dengan wajah gembira dan ia mendapatkan 2 paket umroh. Hafizah pun pulang kerumah dan memberikan hadiah yang ia dapatkan ke ibunya. Sang ibu pun menangis terharu.

Seminggu kemudian, Hafidzah dan ibunya berangkat menuju Mekkah untuk menunaikan ibadah umroh. Akhirnya keinginan Hafizah untuk memberangkatkan ibunya ke Mekkah terkabulkan karena kehendak Allah S.W.T.


Leave a Reply