Kunci Kesuksesan

Kunci Kesuksesan

Category : Karya Tulis Siswa

Cerpen oleh M. Firhan Ramadhan

BLARRR…. suara cetar membahana sangat keras sekali. Pesawat-pesawat itu menyerang  robot seperti Transformer. Pesawat itu menurunkan sebuah bom yang cukup besar. Dio pun berlari secepat mungkin untuk menghindari serangan tersebut. Dan satu pesawat jatuh karena terserang oleh robot tersebut. Dio pun bersembunyi di batu-batuan. Agar tidak ketahuan oleh robotnya. Lalu sang robot penyelamat pun menyerang robot yang telah menyerang robot penghancur itu. Si Dio senang sekali, akhirnya ada yang menyelamatkan dia. Lalu, Dio.

“DIOO !!!! kamu kok ngelamun lagi sih !!!!” kata pak guru.

Waktu itu pelajaran matematika. Gurunya killer, berkumis tebal, tinggi, berkulit coklat, coklatnya full gak setengah-setengah, giginya kuning. Dio kaget saat itu.

“Pak, lagi seru-serunya nih.” kata Dio

“Kamu ngelamunin siapa?”

“A… aku enggak ngelamunin siapa-siapa kok.” anak-anak di kelas langsung tertawa gara-gara Dio. Dio merasa malu karena itu

Ting… ting… ting. Bel sekolah berbunyi, saat itu pukul 12.07 WIB. Itu saatnya pulang sekolah. Semua murid pulang kecuali Dio. Dio yang saat itu lagi asyiknya melamun lagi. Dia ngelamun dirinya sendiri yang sedang ngelamun. Dan tiba-tiba DARRR, suara senapan secepat kilat itu menembus dada seorang prajurit. Dio bingung mau kemana lagi. DARRRR, lalu Dio tertembak oleh salah seorang prajurit.

“Dio, kamu enggak pulang ta ? udah jam 12.39.” tanya guru.

“Iya pak guru.” dengan muka sedih.

Lalu dia segera pulang naik sepeda ontelnya, di tengah perjalanan dia melihat ada warnet 24 jam Non-stop.

“Wahh, uangku masih Rp. 5000,00 nih, main 2 jam ahh.” kata Dio.

Dia segera kesana. Warnet maksudnya,

“Mas, main 2 jam.” kata Dio.

Lalu meteor pun datang menyerang warnet tersebut.

Dio menyadari kedatangan meteor tersebut. Dio bergegas keluar dari warnet tersebut. Lalu warnet itu hancur berkeping-keping. Dio sedih karena tidak bisa bermain 2 jam.

“Woi dek, gak jadi main ta? komputer nomer barapa?” operator bertanya

“Oh iya mas, maaf. Main 2 jam komputer nomer 07 kosong gak?” kata Dio dengan senang.

“kosong,” dengan jengkelnya operator itu menjawab.

Ternyata Dio ngelamun lagi. Sehabisnya main 2 jam serunya, Dio melihat jam yang ada di warnet. Ternyata sudah jam 14.53 WIB.

“Aduuhhh udah jam segini, nanti dicariin sama emak lagi.” Dio bergegas mengambil sepedanya untuk pulang ke rumah.

“Maaaakkk, aku pulang.” sambil memeluk emaknya.

“ Dari mana saja kamu nak? udah jam 03.00 WIB”,

“Aku habis ke warnet makk.” dengan muka menyesal.

“Awasss besok diulangi lagi. Besok kamu itu sekolah, kalo besok libur gapapa main ke warnet.” dengan tegasnya emak.

“Iya maakk, Dio gak akan mengulang lagi.” kata Dio.

“Halah paling kamu main lagi.” sahut emak.

“Kok tau mak ?” kata Dio.

“Kamu itu ke warnet udah berapa kali, kamu ke warnetnya dari TK.” dengan marahnya seperti kingkong yang sedang kelaparan.

“Ohh iya, ya.”

“Udah sana mandi udah sholat dhuhur blom ?” tanya emak.

“Blom mak.”

“YaALLAH yaROBBI.”

Lalu Dio dijewer sama emaknya dan dikunci di kamar mandi sama emaknya.

“EMAAAKKK, jangan dikunci di kamar mandi MAAAAKK!!”

Dia melamun di kamar dan sambil berpikir. Dio mencoba mendobrak pintu itu dengan keras, tetapi tidak bisa. Dio mencoba dari pucuk tembok dan berlari secepat mungkin ke pintu kamar mandi tersebut.

BRAKKKK!! Tetap tidak bisa. Dan Dio berpikir lagi, sudah 2 jam Dio memikirkan cara keluar dari kamar mandi tersebut. Akhirnya Dio mempunyai akal untuk keluar dari kamar mandi tersebut.

“BRAKKK.” Suaranya seperti gayung dan alat-alat untuk sikat gigi dan sampo terjatuh.

Emak kaget dan langsung ke kamar mandi untuk mengecek.ternyata Dio pingsan dalam keadaan duduk di sandaran tembok pojok sendiri. Emak langsung gending Dio tersebut dan ditidurkan di kamar. Saat itu jam 05.37 WIB. Dan Dio pura-pura bangun seperti orang baru sadar. Dio langsung berdiri dan dia mengintip dari kamar, saat itu emak lagi lihat tv. Dio mengendap-ngendap ke kamar mandi dan langsung wudhu, biasanya Dio kalau wudhu tidak ditutup pintunya, tetapi ini berbeda Dio menutup pintu agar emak mengira Dio lagi kencing. Lalu Dio langsung ke kamar dan sholat maghrib. Lalu keesokan jam 04.06 WIB Dio bergegas ke masjid untuk Sholat Shubuh, kalau setiap kali dia sholat 5 waktu itu, dia tidak pernah melamun. Itu kelebihannya Dio. Dia selalu TAAT sama Tuhannya. Tapi kadang-kadang dia melamun juga sih dan kadang-kadang Dio juga tidak sholat wajib ½ kali saja. Dan dia kembali ke rumah untuk mengaji, dia mengaji sampai jam 04.57 WIB. Lalu dilanjutkan untuk belajar. Pagi-pagi jam 06.01WIB dia berangkat ke sekolah naik sepeda kesanyangannya dia. Di tengah jalan Dio melihat ke warnet itu lagi. Dio mulai berpikir.

“kalo aku ke warnet, nanti takutnya telat lagi dan dijewer sama emak. Ahh gak usah lah.” Kata Dio. Dia langsung ke sekolah.

Sesampainya di sekolah, Dio langsung ke kelas untuk menaruh tas. Teng… teng… teng, suara bel masuk sekolah. Lalu berbondong-bondong murid-murid masuk ke kelas. Guru datang sambil membawa tasnya, anak-anak mulai diam.

“Anak-anak, dimohon ke ruang aula.” kata pak guru.

“Iya pak.” serentak murid-murid.

Lalu murid-murid ke ruang aula.

“anak-anak pengumuman, 2 minggu lagi ada UN, jadi mulai minggu depan kalian bisa belajar di rumah. Tapi ingat jangan terlalu banyak bermain” kata sang kepala sekolah.

Lalu murid-murid melanjutkan pelajarannya. Sesudah sekolah Dio langsung pulang untuk belajar. Dia tidak ke warnet itu lagi, nanti takutnya dia tidak fokus untuk belajar.

“Makkk, 2 minggu lagi aku UN makk”

“Belajar yang giat ya, jangan ngelamun terus”

“Siap maakkk” dengan tegasnya Dio menjawab.

“Gitu baru anak makk”

Lalu Dio bergegas ke kamar untuk belajar. 2 minggu kemudian, murid-murid sudah siap semuanya.

“Ok, anak-anak kita membaca doa menurut agama masing-masing” kata sang guru tersebut. Setelah memberitahu peraturan-peraturannya Dio siap mengerjakannya. Seusai UN bahasa Indonesia tersebut Dio kelaparan, dia ke kantin. Lalu ada segrombolan geng nakal.

“Eh tong, mana uang lu?” kata mereka.

“Aku ini mau beli jajan, soalnya aku lapar.” Dengan takutnya.

“Ahh, sini gua ambil aja.” Kata salah satu dari mereka.

Lalu Dio kembali pulang dengan muka yang sedih. Dia melanjutkan belajar Matematika. Keesokan harinya, dia kesusahan mengerjakannya. Lalu dia melihat ke jam dinding di kelas tersebut. Tinggal 15 menit lagi. Dia bergegas mengerjakannnya. Seusai mengerjakannya Dio segera pergi ke rumahnya.

“Mak, aku tadi kesusahan ngerjainnya.” Dengan muka sedih

“Ya, gaapalah, kita lihat aja hasilnya, yang penting kamu udah bekerja keras dan selalu berdoa kepada ALLAH.” Sahut dengan sedikit kecewa.

Lalu ditengah belajar tiba-tiba listrik mati. Dio tidak bisa melanjutkan belajarnya. Dio berusaha mencari jalan keluarnya. Akhirnya Dio menemukan lilin di dapur.

“Alhamdulillah ya ALLAH.”

Demi nilai bagus Dio bersiap belajar. Keesokan harinya UN IPA.  Tapi Dio ½ % siap mengerjakan. Dio segera mengerjakan soalnya dengan serius. Setelah UN IPA tersebut semua murid bangga karena UN telah usai, kecuali Dio. Dio kecewa karena tidak bisa mengerjakan soal IPA dengan maksimal. Murid-murid pun pulang dengan senang.dio sedang duduk di kantin sekolah dan sedang ngelamun.

Di hutan terjadilah perang antara Indonesia dengan Inggris. Tarr… tarr… tarr… duarrrr !!!! suara bom dari atas langit dan suara tembakan yang keras sekali. Dio berhasil menghindar dari serangan tersebut.

“Sersan Dio, bagaimana ini pasukan kita banyak yang tewas. Kita harus mundur dulu.” kata salah satu pasukan Dio.

“Kita tidak boleh menyerah, karena saya punya elang, kita harus tergantung kepada elang ini.” Kata Sersan Dio sambil menunjuk elangnya dia.

“Siap sersan.” Sambil menghormati sang sersan.

Lalu setelah itu Dio harus bergantung oleh elang tersebut. Lalu dia melepaskan elang tersebut, lalu elang tersebut baru saja terbang ke atas langit. Lalu DARRR !!!! salah satu prajurit Inggris mengetahui keberadaan elangnya Dio. Lalu elang tersebut tertembak, dan jatuh di tanah. Dio mengetahui kalau elang itu tertembak.

“Bagaimana ini, elangku sudah mati ?” Dengan sedihnya.

“Ok sersan kita terpaksa mundur dulu, pertama-tama kita harus melempar bom asap dulu lalu kabur.” Dengan semangatnya

“Tapi aku punya 4 bom asap saja.” Dengan putus asanya sersan.

“Tidak apa-apa, aku punya 7 bom asap. Jangan mudah menyerah sersan, dengan semangat para pemuda-pemuda indonesia,” dengan semangatnya prajurit sersan.

Lalu berdirilah sersan dan prajuritnya, sersan kembali semangat.

“ALLAHUAKBAR !!!!… demi INDONESIAAA.” Semangat Sersan Dio dan prajuritnya.

Pofff… suara bom asap menutupi jalan para prajurit Inggris. Sersan tidak langsung kabur, tapi dia menyerang dulu dengan senapannya. Tarr tarr tarr, suara senapan Sersan Dio. Terkenalah beberapa prajurit Inggris. Lalu tewas, dan peluru sersan habis dan dia segera kabur. Kali ini kemenangan diraih oleh Inggris. Dio langsung teringat sesuatu. Dio teringat kalau dia harus pulang. Dio bergegas mengambil tasnya dan pulang. Sesampainya di rumah, dio agak takut kalau memberitahu emaknya.

“Gimana UNnya susah apa gampang ?” tanya emak.

“Ya… ya agak sulit sih.” Gelisah Dio.

Setelah itu, dio langsung membuka buku komik. Lalu dia sedang mambayangkan kalo dia itu di dalam dunia komiknya.

“RASENGGAAAANNN.”

“CHIIIIDOORIIIII.”

Dio yang saat itu di tengah-tengahnya antara Naruto dan Sasuke. Lalu DARRRR !!! Naruto dan Sasuke terjatuh dan pingsan. Sedangkan Dio, Dio yang saat itu dimarahi sama emaknya karena dipanggil untuk sholat dhuhur tidak merespon Dionya. Setelah Dio sholat dhuhur, Dio ingin bermain ke warnet.

“Maakkkk, Dio ke warnet dolo ya.”

“Iye udah ke warnet aja.”

Setelah bermain 3 jam di warnet Dio bermain bola. Lalu Dio kaget karena

“Dio, cepat ke emakmu.” Kata salah satu tetangga Dio.

“Kenapa emakku ?” dengan wajah penasaran.

“Emakmu meniggal !”

“Hahahahaha…. APA !!!” dengan kagetnya

Lalu Dio pingsan. Setelah itu, dio terbangun dan melihat emak yang lagi masak. Ternyata Dio hanya bermimpi.

“Dio, barusan waktu tidur kamu kok nangis, mimpi buruk ta ?” tanya emak dengan heran.

“Enggak kenapa-kenapa kok mak.” Kata Dio.

Dio bersyukur akhirnya itu hanyalah mimpi, Dio melanjutkan tidurnya.

Dio dibangunin sama emak untuk sholat Ashar. Sudah pukul 14.57 waktunya Sholat Ashar, Dio segera wudhu dan segera sholat. Setelah itu, dio kembali melanjutkan tidurnya.

Dio lalu terbangun dengan lega, Dio ingin bermain. Pada waktu 16.46 WIB Dio ingin bermain sepak bola. Dan setelah itu, adzan Maghrib berkumandang. Dio bergegas pergi pulang lalu ke masjid untuk Sholat Maghrib. Sehabis Sholat Maghrib, Dio bermain ke warnet. Keesokan harinya, Dio bangun kesiangan.

Lalu, dia ingat kalau saat itu dia harus sekolah. Akhirnya dia bolos sekolah. Dio lalu menanyakan ke emaknya

“Makk, aku mau main yaa, ke warnet.”

“Kamu itu, wes mbolos, malah main.” Dengan marahnya.

“Tapi di sekolah gaada pelajaran kok.” Sahut dengan senang.

“Yaudah, maino ae wes.” Dengan  pasrahnya emak.

Lalu Dio bermain dengan puasnya. Jrasss…. seperti suara orang yang telah membunuh orang. Dio segera keluar warnet dan melihatnya, setelah itu orang yang membunuh orang tersebut melihat ke Dio. Dio langsung lari ketakutan. Dia bersembunyi di semak-semak pohon. Orang yang membunuh tadi langsung kabur entah kemana, kemudian seorang operator warnet menelepon polisi, beberapa menit kemudian polisi datang untuk mencari pelaku tersebut.

Dio lega ternyata ada polisi untuk menyelamatkan warga dan Dio, Dio terkaget. Rasanya seperti cepat menusuk perut Dio. Dio terluka parah, lalu pingsan dan pelakunya adalah yang tadi telah membunuh orang lain di warnet. Dio terkaget dan terbangun dari mimpinya yang lagi di warnet. Selesai bermain game di warnet, Dio melihat banyak sekali orang yang melihat ke bawah, dan orang-orang tersebut melingkar seperti melihat orang meninggal.

“Apa jangan-jangan mimpiku benar terjadi ?” dalam pikiran Dio.

Dio berlari ke tempat tersebut lalu melihat objek yang dilihat sama orang-orang tersebut. Ternyata dugaan Dio benar, orang itu telah meninggal karena tusukan di perutnya. Dio terkaget dan langsung pulang. Dia langsung ke kamar, Dio merasa bosen.

“setelah UN ini aku bosen, tiap hari main, ke warnet.” Pikir Dio,

Dan selama 47 menit Dio memikirkan bagaimana caranya agar Dio tidak bosan. Akhirnya Dio tahu caranya agar tidak bosan.

“Mending aku bikin cerpen aja, yang selama aku ngelamunin aku ceritain aja.”

Akhirnya Dio ingin membuat cerpen yang ada di dalam pikirannya. Setelah berhari-hari membuat cerpen, akhirnya selesai juga cerpennya. Dio ingin memberitahu ke gurunya bahwa Dio bisa membikin sekolah ini menjadi terkenal di seluruh Indonesia. Akhirnya Dio memutuskan besok sekolah, Dio ingin mengumpulkan cerpen tersebut. Keesokan harinya Dio memberitahu ke gurunya,

“Pak, aku ini ingin menunjukkan ke bapak, kalau aku ini bikin cerpen untuk diserahkan ke KKPK ( kecil-kecil punya karya ). Setelah gurunya mengetahui cerpennya Dio tersebut, akhirnya gurunya memutuskan untuk mengirimkan kreasi cerpennya Dio. Dio senang akhirnya kreasinya Dio bisa dibaca oleh masyarakat Indonesia. Keesokan harinya kepala sekolah aka mengumumkan bagi anak-anak kelas 6 tersebut bahwa 3 hari lagi ada wisuda lulus kelas 6. Dio tidak sabar untuk melihat karya Dio tersebut bisa diterima oleh KKPK. Setelah 2 hari latihan wisuda lulus kelas 6, akhirnya pada hari Minggu murid-murid kelas 6 berkumpul di sekolah untuk wisuda. Setelah wisuda Dio dipanggil sama gurunya ke ruangan kepala sekolah,

“Dio, karyamu bagus sekali bulan depan karyamu sudah dikirim ke toko buku.” Kata kepala sekolah.

lalu Dio senang dan memberitahu ke emak kalau dia bisa membikin karya sendiri, emak senang karena anaknhya bisa berprestasi. Berkat ngelamunnya Dio bisa membikin cerpen. Lalu Dio melihat film Ben10.

Begini ceritanya. Semua alien telah di kalahkan sama Ben 10 dan kakenya dan Gwen, Gwen itu saudaranya Ben. Dengan kekuatan sihir milik Gwen dan teknologi senjata yang canggih milik kakeknya, Ben 10 selalu menang melawan alien-alien jahat. Tapi, Ben selalu menyayangi jamnya itu.

Suatu saat Ben10 lagi serunya minum susu ultramilk di teras indomaret, lalu alien menyerang dan menghancurkan kota. Mulutnya berlendir, matanya merah, kulitnya berwarna biru, tinggi sekitar 7,6 meter, giginya kuning. Warga di sekitar panik dan berlari secepat anjing kelaparan. Ben 10 langsung memanggil alien tersebut.

“Woooiiii alien yang jelek bau ayo sini sama om.” Dengan sombongnya.

Setelah itu alien menyerang Ben 10 dan dia menghindar. Ben 10 bersembunyi di belakangnya Indomaret. Dia ingin menjadi alien. Saat Ben 10 memencet jam tersebut.

Tapi Ben 10 tidak berubah sama sekali, bingung ini Bennya. Ben segera mencari solusinya. Ben mikir-mikir dulu

“Kalau misalnya aku gak segera berubah, kota ini hancur dan warga di sekitar meninggal. Tapi kalau aku memencet jamku dengan paksa nanti jamku rusak dan gak bisa berubah, trus aku nanti meninggal. BAGAIMANA INI?” dengan agak frustasinya si Ben 10.

Akhirnya Ben memanggil kakeknya dan Gwen. Dengan kekuatan sihirnya Gwen dan senjata teknologi milik kakek. Ben harus mencari solusinya dengan cepat. Akhirnya dia lari menjauhi tempat Gwen dan kakek bertarung. Ben mencari tukang yang bisa memperbaiki jamnya Ben, dia mencari dan mencari akhirnya ketemu.

“Bang, bisa perbaiki jamku gak bang?” tanya ben sambil menunjukan jam miliknya.

“Jam merek apa ini? Perasaan abang gak pernah nemuin jam ini.” Dengan bingungnya.

Lalu Ben langsung pergi dari tempat itu, setelah itu. Ben mencoba berpikir dan berpikir. Lalu Ben kembali ke tempat Gwen dan kakek bertarung melawan alien tersebut.

“Ben, tolong Gwen!!” kata kakek.

“tapi aku tidak bisa berubah. Bagaimana kek ?” dengan sedih dan pasrahnya.

DARR!! Lalu si kakek menembak tepat di kepalanya alien itu. Dan Gwen langsung menghancurkan dengan sihirnya. BLARRRR!!! Alien itupun hancur berkeping-keping. Ben yang saat itu hanya melihat saja sambil bengong. Kakek dan Gwen tertawa melihatnya.

—The End—


Leave a Reply